MAN 2 Lauching Sistem Aplikasi Digital Informasi

Kakanwil Provensi Sulawesi Selatan (Sulsel) Drs Khaeroni saat menandatangani Siati Maddupa, di pelataran MAN 2 Kota Parepare pada Senin 23 Mei 2022.

PAREPARE– Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kakanwil) Provensi Sulawesi Selatan (Sulsel) Drs Khaeroni, menghadiri lauching Go Digital Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Parepare atau Sistem Aplikasi Digital Informasi dan Admistrasi (Siati Maddupa) Manajemen, di pelataran MAN 2 Kota Parepare, Senin 23 Mei, 2022.

Kakanwil Sulsel Drs Khaeroni mengatakan, layanan publik dengan menggunakan teknologi digital merupakan salah satu proritas utama dari program Kementrian Agama Repulik Indonesia (RI). Oleh karena itu, menjadi inisiatif dari MAN 2 Kota Parepare untuk memberikan layanan publik pendidikan dengan menggunakan teknologi digital.

“Ini merupakan salah satu respon yang baik dan luar biasa, oleh karena itu, saya mengapresiasi Kepala MAN 2 Parepare Dra Hj Martina yang sudah menerapkan kebijakan Mentri Agama RI,”katanya.

Dia juga mengatakan, dengan adanya program-program layanan digital dari Kementrian RI dapat dikembangkan dan diikuti oleh madrasah-madrasah yang lain, mulai dari tingkat Raudhatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak sampai pada tingkat Madrasah Aliyah. Mudah-mudahan ini bisa terwujud di semua sekolah dilingkup Kementrian Agama di Provensi Sulsel.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan, untuk pembelajaran digitil di Sulsel kata dia, sudah ada tiga sekolah yang telah menerapkan program digitalisasi layanan pendidikan Madrasah, yaitu MAN 2 Kota Parepare, MAN 2 Kota Makassar dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Makassar.

“Tiga sekolah ini diharapkan, dapat menjadi pelopor dalam pelayanan pendidikan dengan menggunakan teknologi digital di Sulsel dan sekolah yang lain dapat mengikuti program-program layanan digital,”ujarnya.

Kepala MAN 2 Parepare Dra Hj Martina mengatakan, Madrasah digital tidak dapat terwujud tanpa adanya sarana pendukung dan semangat dari stake holder di sekolah. Sehingga pihaknya, dapat mengembangkan aplikasi Siati Maddupa. Siati Maddupa yang dalam bahasa bugis mengandung makna Mari Sehati dan Sepaham Mewujudkan MAN 2 Kota Parepare.

“Aplikasi Siati Maddupa dirancang sedemikian untuk menciptakan sistem kinerja yang efesien dan ankutabel mengintegrasikan seluruh elemen madrasah ke dalam satu sistem digital manajemen informasi,”ungkapnya.

Dia juga mengatakan, melalui aplikasi tersebut, setiap personil madrasah dapat terjalin satu sama lain secera virtual dan menciptakan efesiensi dalam pekerjaan. Aplikasi ini sudah dapat tersaji untuk semua kepentingan layanan data di MAN 2 Parepare mulai dari Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenag (Simpatika), Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM), Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), pekan demokrasi, ujian online, pengelolaan nilai lapor sampai nilai ijazah.

“Melalui aplikasi ini, saya selaku kepala sekolah bisa mengintip di ruang virtual guru untuk mengetahui proses apa yang berjalan disana dan guru Bimbingan Konseling (BK) dapat mengetahui murid bermasalah di setiap kelas tanpa diketahui oleh yang bersangkutan,”jelasnya.

Penulis: Hasruddin/Accung

Buku Karya Murid UPTD SDN 47 Parepare Akan Diterbitkan, Tema Suka Duka Pembelajaran Daring

PAREPARE — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar Negeri (47) Kota Parepare akan menerbitkan sebuah buku yang bertema “Suka Duka Pembelajaran Daring” hasil karya murid kelas VI SDN 47 Parepare, pada saat penentuan kelulusan muird kelas VI, Rabu 15 Juni.

Kepala UPTD SDN 47 Parepare, Sudirman Manda mengatakan, sejak menjabad sebagai kepala sekolah, dia berkeinginan ada tulisan murd kelas VI untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. Sehingga dia, terjung langsung untuk memberikan bimbingan kepada anak didiknya khusus murid kelas VI terkait bagaimana cara menulis dengan baik.

“Meskipun di tahap SD itu tulisannya masih banyak kekurangan, namun menurutnya saya inilah tulisan karya terbaik, karena apa yang meraka pikirkan dapat dituangkan dalam bentuk sebuah tulisan,” kata Sudirman Manda, saat bertemu dengan Persatuan Orang Tua Siswa (POS) Kelas VI UPTD SD Negeri 47 Parepare, Sabtu, 21 Mei, 2022.

Dia juga mengatakan, pada saat pembelajaran daring, peserta didiknya pasti mempunyai suka duka, sehingga dia membuat sebuah program bercerita melalui tulisan kepada muridnya. Apa yang ada dipikirannya dapat dituangkan dalam bentuk tulisan.

“Dalam waktu 2 hari tulisan anak-anak kita sudah selesai dan berada di wali kelas meraka, sisanya kami tinggal mengedit untuk di cetak. Saya berkeinginan sekali pada pelepasan nanti anak-anak kami sudah tercetak bukunya,”ujarnya.

Sudirman menjelaskan, untuk anggaran percetakan buku ini, kata dia, sudah masuk di dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, buku yang sudah dicetak tidak bisa dibawah pulang oleh orang tua peserta didik, karena ini milik sekolah.

“Saya sudah sampaikan kepada wali kelas VI, buku karya anak-anak kita akan disimpang di perpustakan. Namun jika ada orang tua berkeinginan untuk memiliki buku tersebut, tentu memakai dana sendiri,”ungkapnya.

Dia berharap, melalui tulisan ini dapat menjadi kenangan untuk peserta didiknya setelah mereka lulus, karena di dalam buku tersebut, ada tulisan, biodata dan foto mereka. Masing-masing peserta didik mempunyai dua halaman.

“Saya kira ini bisa menjadi kenangan anak-anak kita setelah tamat. Ini bukan gurunya yang menulis ini tulisan sendiri anak-anak kita cuma kami yang mengedit tulisan mereka. Tulisan ini diwajibkan bagi seleuruh siswa kelas VI kami, dari 29 siswa itu berbagi suka duka melalui tulisan.”pungkasnya.

Berjuang Demi Sesuap Nasi di Tengah Getirnya Kehidupan

Di masa tua, harusnya seseorang sudah bisa menikmati sisa hidupnya dengan nyaman. Pada usia lanjut juga menjadi salah satu fase di mana banyak orang mengharapkan ketenangan dalam hidup.

Namun, tidak semua orang bisa seberuntung itu. Seperti Nenek Malang (84) yang tetap berjuang demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk menyambung hidup.

Meski usia sudah tak lagi muda, Nenek Malang tetap harus berjuang demi sesuap nasi di tengah getirnya kehidupan. Panas terik dan hujan badai tak menyurutkan langkanya untuk menjajakan hasil dagangannya kepada pengendara roda dua maupun roda empat di sepanjang jalan Jendral Sudirman, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Sejak suaminya meninggal dunia, Nenek Malang, memilih untuk berjualan keripik demi mencari nafkah agar dapat bertahan hidup. Namun sedihnya, dagangannya tersebut seringkali tak laku.

“Kalau untung tidak seberapa nak, yang penting cukup untuk membeli beras, “kata nenek Malang.

Di pun menceritakan, penghasilan nenek tidak menentu, jika jualanya laku bisa untung Rp50 ribu per harinya. Bahkan terkadang tak mendapatkan penghasilan sama sekali. Jika dalam sehari dia, tidak mendapatkan penghasilan, dia hanya bisa pasrah.

Menurutnya, lebih baik berjualan dari pada pergi meminta atau meminjam uang kepada orang lain. Bagi dia, selagi masih kuat untuk bekerja, dirinya akan terus berusaha.

“Banyak yang bilang kepada nenek, tidak ada gah anak tah. Saya punya enam orang anak tapi anak saya semua sudah berkeluarga dan mereka juga susah kasian, daripada saya merepotkan anak-anak saya, lebih baik saya berjualan, apalagi saya masih kuat, “ungakpnya.

Ia juga menceritakan, tiap hari selepas subuh, Nenek Malang, pergi berbelanja Ubi dan Gula merah di Pasar Sentral Lakessi untuk membuat kue kering yang di jualnya.


Penulis : Hasruddin/Accung

Polsek KPN Polres Parepare Lakukan Pemeriksaan Penumpang Antisipasi Masuknya Barang Ilegal

PAREPARE — Kepolisian Sektor (Polsek) Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare mengantisipasi adanya barang ilegal yang masuk melalui Pelabuhan Nusantara Kota Parepare, Sabtu 14 Mei.

Kapolsek KPN Parepare, Iptu Sukri Abdullah mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan, dapat mencegah peredaran barang ilegal maupun barang terlarang keluar masuk di Pelabuhan Nusantara.

“Kegiatan pengamanan dan netralisir Covid-19 yang dilaksanakan Personil Polsek KPN Polres Parepare dimaksudkan untuk mencegah atau mengantisipasi masuknya barang ilegal di pelabuhan nusantara,” kata Iptu Sukri Abdullah.

Selain itu, dia menegaskan, tidak menutup kemungkinan terdapat pelaku kejahatan yang masuk ke pelabuhan nusantara yang berpura-pura sebagai penumpang ataupun sebagai pengantar dan penjemput penumpang kapal. Untuk mengantispasi hal itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan security dermaga agar megantisipasi masuknya orang-orang yang tidak berkepentingan di area dermaga.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang dicurigai beserta barang bawaannya, serta melakukan pemeriksaan pada setiap kendaraan yang turun dari kapal,”katanya

penulis: Hasruddin/Accung

Sektor Perparkiran Akan Lebih di Tingkatkan

PAREPARE — Selama bulan Ramadan, pendapatan parkir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Parepare hanya mengalami peningkatan sedikit dari tahun-ketahun. Hal ini terjadi disebabkan oleh kondisi pandemi.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Parkir Dishub Parepare, Aryun mengatakan, pendapatan parkir selama bulan Ramadan ini ada sedikit peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini mendapatkan Rp 49 juta selama bulan ramadan, sedangkan pada tahun 2021 pihaknya mendapatkan sekitar Rp 48 juta dan pada tahun 2020 hanya sekitar Rp 20 juta. Ini disebabkan karena faktor pandemi covid-19 sehingga pihaknya membatasi beberapa titik parkir di Kota Parepare.

“Karena selama bulan ramadan itu, ada beberapa titik parkir yang tidak evektif mulai pagi-sore. Sore sampai malam itu baru aktif,”kata Aryun saat dihubungi, Jumat 20 Mei, 2022.

Dia juga mengatakan, sedangkan untuk pasar itu, nanti H-3 baru ramai, karena orang yang ingin berbelanja di pasar di bulan Ramadan sepi sehingga berpengaruh dalam pendapatan parkir.

“Kita harapkan, kedepannya di sektor perparkiran kita lebih tingkatkan. Serta mengupayakan keamanan dan pelayanan pelanggan,”ungkapnya.

Tak hanya itu, saat ditanya terkait penambahan juru parkir di Anjungan Cempae, sesuai dengan arahan Wakil Wali Kota Parepare H Pangeran Rahim, Aryun mengatakan, ketika wakil wali Kota Parepare H Pangeran Rahim melakukan investigasi di Anjungan Cempae, dia meminta agar juru parkir ditambah. Yang dulunya ada 5 orang juru parkir di hari biasa dan pada malam minggu ada 8 orang juru parkir. Agar ditambah menjadi 7 atau 8 orang di hari biasa dan 12 juru parkir pada malam minggu. Hal ini dilakukan, demi menjaga kemanaan dan pelayanan para pengunjung dan untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar Anjungan Cempae.

“Kita sementara mau melakukan rekayasa di Anjungan Cempae dengan bekerjasama Satuan Lalu Lintas Polres Parepare. Untuk waktunya, kita masih menuggu dari Satlantas Polres Parepare,”pungkasnya.

penulis: Hasruddin/Accung

Penulis: Hasruddin/Accung

Andika Diisukan Sebagai Sugar Daddy Chandrika Chika

Sumber foto instagram @andhiiikapratama
sumber foto instagram andhiiikapratama



Kabar mengejutkan datang dari artis Andhika Pratama terseret dalam isu kekasih Chandrika Chika membuat warganet jadi geger. Andhika Pratama ramai disangkut pautkan dengan selebgram Chandrika Chika. Suami artis Ussy Sulistiawaty ini bahkan diisukan sebagai sugar daddy Chandrika Chika.

Namun, hingga saat ini, belum ada klarifikasi dari Andhika Pratama maupun Chandrika Chika soal isu miring tersebut. Karena ramalan pria bernama Hard Gumay. Melalui acara bertema Ramalan Asik yang diunggah melalui kanal YouTube VDVC Entertainment pada 16 Mei 2022, Hard Gumay memberi penerawangan terhadap Chika.

Ia mengungkap Chika memiliki seorang kekasih bernisial A atau sugar daddy yang membiayai hidupnya selama ini. Dari situlah Hard Gumay menyebut seorang pria yang menurutnya sering memberi uang kepada Chika.

Tak hanya itu, Hard Gumay menyebut bahwa kekasih Chika itu diketahui merupakan seorang artis terkenal dan sudah memiliki anak dan istri.

“Untuk Chandrika Chika saya melihat ada sosok laki-laki umurnya 35 tahun lebih kurang. Dia berkulit putih, tingginya 170 cm. Dia sangat ternama di luar sana, berinisial A, yang sering kasih duit untuk Chandrika Chika. Popularitasnya sangat dikenal,” kata Hard Gumay saat memberi penerawangan.

Netizen kemudian ramai menyeret nama Andhika sebagai sosok A yang disebut oleh Hard Gumay sebagai kekasih atau sugar daddy Chika. Fakta ini didapat dari banyaknya netizen yang menyerbu akun Instagram terverifikasi Andika. Pantauan pada Kamis, 19 Mei 2022, netizen masih banyak menanyakan isu tersebut kepada sohib Uus dan Gading Marten itu.

Pertanyaan itu ditinggalkan netizen melalui kolom komentar di unggahan foto terbaru Andika. Salah satunya, foto saat suami Ussy itu tengah bermain golf. Netizen mulai aktif mengomentari foto Andika dengan pertanyaan seputar Chika.

Netizen sibuk menanyakan kebenaran penerawangan yang disebutkan Hard Gumay. Banyak diantara netizen yang tak rela jika Andika menjadi kekasih sekaligus sugar daddy Chika.

“Hempaskan gosip nyimpen si chika yg rame itu krn hanya ramalan dgn nama inisial A dan ciri2nya d cocok2in dgn sampean”tulis akun @mrs.diany_yoke_savira

“Semoga bukan ini ya yg dimaksud peramal.. plissss jauh bgt cicak sama mbAk ussi” tulis akun @putridwan22

“Jgn mpe kamu yg sama cika ,” tulis akun @yougirlmax87

“Andika please jangan kecewakan kami…kamu itu suami idaman semua Mak” indonesi,a” tulis akun @prawita81

“Pak andika kan bucin banget sama bu ussie kayaknyaa enggak deh yaa ,tapii kok mengarah ke pak andika yang di akun gosip,” akun @anisa.yulia.

“Gue yakin bukan dia sih. Ga mungkin banget. Dia tulus banget lho keliatannya, dari cara dia bersikap ke keluarganya. Dari cerita cerita dia di youtube keluarganya. Jadi kali ini gue yakin bukan dia.,”tulis akun @imquinxx

“Gw yakin andhika ga sebego itu menafkahin cewek ga jelas, anak aja 5 cuy,musing musingin hidup ga sih 😂,gw yakin mbak usi lebih percaya sama suaminya,”tulis @inahrutledge

Sementara itu, seolah menjawab isu yang tengah beredar tentang suaminya, Ussy Sulistiawaty tampak mengunggah foto dirinya dengan Andhika Pratama yang saat ini sedang berlibur.

Dalam foto yang diunggah, Kamis, 19 Mei itu, mereka tampak sedang berada di pantai. Andhika Pratama bersender di punggung Ussy Sulistiawaty.

IAIN Parepare Dorong Mahasiswa jadi Entrepreneur

Permasalahan pengangguran intelektual dari kalangan sarjana nyatanya jadi satu dari sekian pekerjaan rumah bagi Perguruan Tinggi (PT), termasuk Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Parepare, untuk mengantispasi hal itu, IAIN Parepare membuat sebuah program Expo produk kewirausahaan bagi mahasiswa yang telah mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM).

Ketua LP2M IAIN Parepare Zainal Said mengatakan, program expo produk kewirausahaan ditujukan kepada mahasiswa semester VI yang telah mengikuti KPM kewirausahaab selama 30 hari untuk menunjukkan produk yang meraka buat nantinya untuk dipromisikan. Kegiatan Expo ini telah menjadi kegiatan rutin dari LP2M.

“Produk yang dipamerkan ini merupakan hasil olahan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada pada lokasi mahasiswa KPM,”ujarnya.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, melalui program ini dapat membekali pengetahuan mahasiswanya untuk menjadi entrepreneur. Serta diharapkan, ketika mereka sudah menyandang gelar sarjana meraka tidak lagi berfokus untuk menjadi karyawan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) tetapi dapat membuat usaha sendiri.

“KPM kewirausahaan ini untuk mewadahi mahasiswanya dalam hal mengembangkan ide dan wawasan mereka untuk membuat bisnisnya, sehingga mahasiswa kami dapat menjadi entrepreneur,”jelasnya.

Rektor IAIN Parepare Hannani, saat dihubungi melalui telepon genggam menambahkan, KPM expo merupakan program L2PM IAIN Parepare kepada mahasiswa KPM untuk membuat produk usaha ditempat lokasi KPM. Produk usaha yang dihasilkan itu seperti kopi Enrekang, krupuk dangke, kue bolu cita rasa kopi, teh celup dari daun dan kulit kopi.

“Produk kewirausahaan itu sangat menarik untuk dikembangkan secara serius oleh masyarakat dan mahasiswa.

Dengan KPM berbasis produk usaha ini memberi bekal ilmu dan pengalaman baru bagi mahasiswa dalam merancang usaha di masa depannya setelah selesai kuliah,”
pungkasnya.

Penulis; Hasruddin/Accung

Modus Menjual Tisu, Satpol PP Mencari Sponsor Gelandangan

Kasatpol PP Parepare H. Anzar

Maraknya gelandangan, pengemis, dan orang terlantar (Gepeng) di sejumlah titik lampu merah Kota Parepare merah dinilai cukup meresahkan warga dan pengendara, salah satunya penjual tisu. Ironisnya, banyak dari penjual tersebut masih anak-anak. Hal itu membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare mengambil langkah serius.

Diketahui seperti di sekitaran Lapangan Andi Makassau Kota Parepare merupakan lokasi yang kerap dijumpai penjual tisu yang kerap kali ditemukan.

Kasatpol PP Parepare H. Anzar mengatakan, mereka saat ini menjadi peminta dengan cara yang berbeda. Meraka yang kerap berjualan di lampu merah berasal dari daerah luar Kota Parepare di bawa oleh seseorang untuk datang ke Parepare.

“Yang saya cari sekarang sponsornya yang selalu membawa anak-anak untuk berjualan,”kata H Anzar saat dihubungi Kamis 19 Mei 2022.

Demi mencari sponsor tersebut, Anzar menyampaikan, pihaknya menurungkan tim peduli reaksi cepat yang selalu melakukan pemantauan di setiap perempatan lampu merah. Namun, disaat sudah menemukan sponsornya mereka langsung menghilang. Sehingga pihaknya, mengakali dengan menggunakan kendaraan pribadi dan pakaian biasa untuk mengontorol pedagang di lampu merah.

“Semua anggota kita saat memantau mereka tidak menggunakan kendaraan dinas dan pakaian dinas. Jika kami menggunakan kendaraan dinas dari jauh mereka pasti sudah melihat kami dan langsung lari. Sehingga kami khawatir jika dia melihat kami mereka langsung lari dan ada kejadian yang tidak diinginkan seperi mereka ditabrak. Itu yang kita hindari,”jelasnya.

Tidak sedikit di antara masih di usia anak-anak, dia menegaskan, berdasarkan Undang-undang yang berlaku, anak-anak seharusnya mendapat perlindugan. Situasi seperti itu akan menimbulkan persaingan usaha yang melahirkan konflik sosial. Dikhawatirkan mendorong tindak kriminal.

“Selama ini kita telah melakukan langkah dan upaya penanganan, seperti mediasi dan pembinaan. Namun, diakui upaya tersebut sejauh ini belum dianggap efektif. Justru patroli lebih efektif. Kami menjaga titik-titik rawan pedagang untuk mencegah mereka terus berkeliaran. Selain itu dibutuhkan pula pengawasan dari masyarakat sendiri,”pungkasnya.

Penulis : Hasruddin/Accung

Antisipasi Hepatitis, Disdikbud Belum Memperbolehkan Kantin Sekolah di Buka

PAREPARE — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare belum memperbolehkan kantin di sekolah-sekolah untuk buka kembali. Sekretaris Disdikbud Kota Parepare, Makmur, mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait penyakit Hepatitis. Menurutnya, Hepatitis pada anak tengah mengancam dunia termasuk di Indonesia. Bahkan Kementerian Kesehatan telah mencatat empat kasus yang diduga kuat hepatitis akut per 9 Mei […]

Antisipasi Hepatitis, Disdikbud Belum Memperbolehkan Kantin Sekolah di Buka

Anjungan Cempae Ramai di Kunjungi Wisatawan dari Berbagai Daerah

Terlihat para wisatawan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan memanfaatkan momen di taman wisata Anjungan Cempae

PAREPARE — Anjungan Cempae yang terletak di Jalan Tanggul Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mulai ramai dikunjungi dari berbagai daerah di wilayah Ajatappareng. Anjungan Cempae, menjadi tempat wisata baru bagi wisatawan yang ingin melihat panorama matahari tenggelam atau sunset pada di sore hari.

Tempat ini cocok dijadikan tempat wisata untuk menikmati libur akhir pekan sambil melihat indahnya pemandangan alam. Berbagai fasilitas yang telah disediakan diantaranya mulai dari toilet yang bersih, taman hingga permainan anak-anak.

Andi Indah Permatasari, wisatawan asal Kabupaten Pinrang menceritakan, dirinya datang bersama 10 orang keluarganya untuk liburan di Kota Parepare, khususnya di taman wisata Anjungan Cempae.

Menurutnya, disini, dia bisa melihat secara langsung pemandangan alam atau sunset dan bisa bersantai sambil menikmati pesona pantai dan berbagai tanaman yang menarik. “Anjungan Cempae sangat cocok dijadikan tempat liburan bersama keluarga. di Taman Anjungan Cempae kita bisa melakukan berbagai aktivitas sambil menikmati embusan angin sore hingga senja yang memikat, ” kata Andi Indah Permatasari.

Ibu Ammi warga Kota Parepare juga mengaku, Anjungan Cempae sangat cocok untuk liburan bersama suami dan anaknya, karena selain dekat Taman Anjungan Cempae juga gratis.

“Selain dekat dengan rumah, berkunjung di Anjungan Cempae juga tidak mengeluarkan banyak biaya. Saya datang kesini sama anak dan suami, kita menghabiskan waktu luang untuk berswafoto, ” singkatnya.

Penulis : Hasruddin/Accung

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai