
PAREPARE — Semangat hidup Korolus memang patut dicontoh. Di tengah keterbatasannya, penyandang disabilitas ini tetap semangat dalam bekerja.
Korolus bekerja tiap hari sebagai juru parkir di area Pasar Senggol, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Dia mengaku, meski dirinya mempunyai banyak kekurangan, tetapi dia tidak malu atau minder ketemu banyak orang.
Menurutnya, dia pernah mendengar sebuah kutipan para tokoh penyandang disabilitas sebagai pelajaran hidupnya. Yang mengatakan

Hanya karena seorang pria tidak menggunakan matanya, itu tidak berarti dia tidak memiliki penglihatan.
“Jangan anggap kami, para penyandang disabilitas tidak memiliki kemampuan apa-apa. Buang jauh-jauh stigma ketakutan, kurangnya pengetahuan dan mitos dari pikiran Anda”kata Korlus saat menyampaikan kutipan para tokoh penyandang disabilitas

Korolus mengatakan, ia bekerja dari jam 5 sore hingga jam 10 malam, bahkan terkadang sampai larut.
“Kalau banyak bisa 100 ribu kalau sepi 80 ribu, itupun dipotong setoran,”katanya.

Lanjutnya, ia tidak pernah merasa malu dengan keadaan fisiknya saat bekerja.
“Saya suka pekerjaan ini karena halal,”katanya.
Ia menambahkan, sangat bersyukur dengan keaadannya karena masih bisa bekerja.(*)
Penulis: Hasruddin
