ITH Parepare Siap Tampung 360 Mahasiswa Baru

PAREPARE — Perguruan tinggi negeri, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) Kota Parepare siap menampung 360 mahasiswa baru Masing-masing terdiri dari tiga Program Studi (Prodi), yakni Prodi Matematika, Prodi Informatika, dan Prodi Sistem Informasi.

Ini merupakan tahun pertama ITH menerima mahasiswa baru, setelah beberapa tahun dirintis pembangunannya oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Wakil Rektor Bidang Akademik ITH Dr Eng Armin Lawi SSi MEng mengatakan, kouta yang disediakan ITH ada 360 mahasiswa yang akan ditampung, terdiri dari tiga Prodi. Terdiri dari 80 mahasiswa Prodi Matematika, 120 Prodi Sistem Informasi, dan 160 Prodi Informatika.
Untuk jalur penerimaan itu, cuma ada satu yaitu jalur mandiri, tapi model seleksi ada tiga.

“Jadi kita diberikan kebebasan sama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk menerima mahasiswa baru melalui jalur ujian mandiri. Ujian mandiri ini ada tiga seleksi, yakni seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), prestasi olahraga, seni dan keilmuan, dan jalur seleksi penghafal Al-Qur’an.” kata Dr Eng Armin Lawi saat ditemui di Kampus I ITH Parepare pada garu Selasa 24 Mei.

Dia juga mengatakan, untuk penerimaan mahasiswa baru sudah terbuka secara online melalui sistus website pmb.ith.ac.id hingga 08 Juli 2022. Untuk persyaratan kata dia, maksimal lulusan angkatan tahun 2020 untuk tiga tahun terakhir. Jadi yang diterima itu, mahasiswa tahun 2020, 2021 dan 2022, serta Warga Negara Indonesia (WNI), berbadan sehat dan ada surat bebas nartkotika dan obat-obatan terlarang. Yang perlu dicatak ini, ITH adalah Institut Teknologi Negeri (ITN) yang kelima di Indonesia.

“Jadi cuma ada lima ITN, yaitu Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Surabaya, Institut Teknologi Sumatera di Palembang, Institut Teknologi Kalimantan di Balikpapan, dan ITH yang satu-satunya menggunakan nama orang bukan tempat dan juga satu-satunya ITN yang ada di Indonesia Timur yang berada di Kota Parepare dan alasanya itu kenapa menggunakan nama besar Habibie dan sesuai dengan pesanya semua prodinya berorientasi pada bidang IT,”ungkapnya.

Dr Eng Armin Lawi juga mengatakan, untuk saran prasarana di kampus ITH ini, kata dia, pihaknya mempunyai tiga kampus, kampus I ini dipusatkan eks Kantor BKPSDMD Parepare itu fasilitasnya ada ruangan adminstasri di lantai I, untuk lantai II dan III ada sekitar 10 ruang kuliah. Sedangkan untuk kampus II itu ada di gedung pemuda, untuk gedung pemuda ada sekitar 8 ruang kuliah yang bisa di gunakan, diantaranya 4 di sisi kiri, empat di sini kanan dan aula di tengah dan itu sudah siap digunakan meskipun ada sedikit renovasi.
“Untuk kampus III itu berada di Lemoe dan itu nantinya akan menjadi kampus utama. ,”ujarnya.

Armin menambahkan, sesuai tahapannya, setelah proses seleksi mahasiswa dilakukan, maka pada Agustus 2022 proses perkuliahan sudah dimulai.
Untuk calon mahasiswa, tidak mesti harus jurusan MIPA, tapi bisa semua jurusan dari lulusan SMA dan SMK.

“Kalau sosialisasi secara online kita sudah tracking dan Alhamdulillah mendapatkan respons yang cukup positif dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) masyarakat,”pungkasnya.

Dia menambahkan, proses belajar mengajar mengacu pada kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang menitik beratkan pada pendalaman keilmuan dan memberikan kesempatan dan pengalaman belajar baik di dalam negeri maupun di luar negeri sesuai capaian pembelajaran yang dituju sehingga dapat menghasilkan lulusan yang profesional, berjiwa wirausaha, berkarakter dan berstandar internasional.

“Proses belajar mengajar tersebut didukung oleh dosen atau pengajar yang berkualifikasi Maha Guru Terpelajar (Professor), Doktor (S3), dan Master (S2) yang merupakan alumni dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu didukung pula oleh tersedianya fasilitas perkuliahan yang representatif,”tandasnya.

Diterbitkan oleh Opini Publik

Opini Publik dikembangkan sebagai sarana menyampaikan gagasan. Termasuk, memberikan informasi, pendidikan, gaya hidup, dan budaya dikemas dengan cerita ringan yang menginspirasi pembaca. Opini Publik menyajikan kisah inspiratif, budaya, gaya hidup, dunia kampus, dan sekolah. Opini Publik dikelola secara personal. Pembaca atau pengunjung diharapkan tidak hanya menjadikan Opini Publik sebagai satu-satunya sumber informasi kebutuhan mereka.(*)

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai